Selasa, 01 Desember 2015

Rangkuman Analisis Teori Tanda Nonverbal "kinesik" pada film "Doraemon standby me"

 


Rangkuman analisis teori tanda nonverbal “kinesik” pada film “Doraemon standby me”
1.1 Latar belakang
Komunikasi adalah  proses penyampaian pesan yang merupakan salah satu aktivitas manusia setiap hari. Banyak alat komunikasi yang digunakan untuk menyampaikan sebuah pesan seperti surat kabar, radio, televisi dan internet. Perkembangan teknologi komunikasi dan informasi jga semakin maju, berbagai macam alat telekomunikasi modern semakin dikenal oleh kehidupan kita. Salah satu media penyampaian pesan yang paling banyak ditenui dan paling mempengaruhi pemikiran masyarakat adalah televisi.
Sebuah sajian dari televisi salah satunya film yang merupakan rangkaian gambar dan suara yang memikat perhatian.  Film adalah jenis media komunikasi elektronik yang mampu menjadi media efektif dalam mempersuasi penonton karena film merupakan alat penyebar informasi yang paling mudah ditangkap oleh masyarakat.
Film mencerminkan kode – kode budaya sari masyarakat tempat film itu diproduksi. Pesatnya perkembangan teknologi dan konsep perfilman sekarang ini penelitian tentang film menjadi hal yang menarik. Selain berfungsi sebagai media massa yang menjadi bagian dari komunikasi massa, didalam film juga terdapat bahasa verbal dan nonverbal.
Komunikasi nonverbal merupakan salah satu bentuk media komunikasi yang sama pentingnya dan banyak digunakan dalam berbagai situasi terutama berkaitan dengan system nilai, gaya, bahasa tubuh, perasaan, dan emosi. Jika pesan yang diterima seseprang melalui komunikasi verbal tidak menunjukkan kekuatan pesan, maka seseorang tersebut dapat menerima tanda nonverbal lainnya sebagai pendukung.




1.2 Isi
Perilaku nonverbal dalam film Doraemon Standby Me adalah “adaptor” yang berfungsi untuk membantu meredakan ketegangan tubuh dalam expresi gerakan tubuh yang disajikan melalui barbagai macam expresi wajah dan juga meliputi bagian tubuh yang lain. Ada terdapat beberapa jenis adaptor yaitu :
·         Adaptor yang ditujukan pada diri sendiri  (self adaptor) seperti mengggaruk , menepuk , meremas dan menggegam
·         Adaptor pengganti ( Alter adaptor) perilaku yang ditujukan kepada tubuh orang lain seperti menepuk punggung seseorang.
·         Adaptor objek  (Object adaptor) perilaku kepada benda , contoh ketika Nobita mendapat pinjam barang dari kantong ajaib Doraemon

Perilaku Doraemon sebagai teman penolong Nobita, Nobita mempunyai sifat sebagai anak yang penakut dan teledor, Shizuka mempunyai peran karakter sebagai wanita yang lemah lembut kepada teman –temannya, Suneo memilki peran sebagai teman yang akrab dengan Giant juga sering membantu Giant dalam membully Nobita, Dan Giant dengan sifat yang keras dan juga sebagai ketua gank karna memiliki badan besar.

1.3 Penutup

            Pemaknaan bahasa kinesik yang terdapat dalam film Doraemon Stanby Me dengan pendekatan semiotika adalah sebuah upaya untuk mengetahui tentang pesan – pesan yang terdapat dalam film tresebut.

            Ketika manusia berbicara terdapat beberapa atribut pada wajah manusia berupa ekspresi mimic wajah, gerakan kepala hingga gerakan anggota badan lainnya seperti kepala atau tangan yang digunakan untuk menjelaskan dan memperkuat arti ungkapan yang diucapkan. Hal ini dilakukan agar manusia dapat berkomunikasi secara efektif dan optimal. Komunikasi kinesik adalah suatu bentuk komunikasi yang sangat penting, tetapi kadang diremehkan, bahkan tidak dianggap. Dalam bahasa tubuh, wajah kita adalah bagian tubuh yang ekspresif, dalam setiap interaksi wajah merupakan hal pertama yang dapat dilihat secara alami, kita cenderung memandang wajah saat berbicara dengan orang lain.

Rabu, 13 Mei 2015

Learn from vocation "Goes To Media"


Laporan Kegiatan Goes To Media
Disusun Oleh
Arifandi Salomo

Stisipol Chandradimuka 2015
Kata Pengatar


            Segala puji syukur saya panjatkan bagi Tuhan Yang Maha Esa,saya penulis dapat menyusun laporan hasil kunjugan laporan Goes To Media yang telah dilaksanakan pada hari rabu 29 April 2015. Tidak saya pungkiri bahwa segala kekurangan berada didalam laporan kami, maka dari itu saya terus mengharapkan masukan-masukan untuk hasil laporan kami ini.
            
            Di dalam laporan ini, saya rangkum semua perjalanan di Museum Balaputra Dewa,Taman wisata punti kayu,Redaksi Sumatra Ekpres,Taman wisata bukit siguntang dan Al-qur'an Al-Akbar Gandus. penulis harapkan dengan adanya laporan ini, dapat menjadi acuan dan sumber informasi untuk semua orang.Kritik dan saran dapat membantu penyempurnaan penyusunan laporanselanjutnya. Mudah-mudahan laporan ini dapat berguna bagi setiap pembaca. 

Palembang,13 Mei 2015.
  
Tujuan 

  Tujuan yang hendak dicapai dalam pembuatan laporan perjalan ini adalah sebagia berikut :
   1. Dapat menuliskansebagai laporan tugas Dasar-Dasar Jurnalistik
   2. Menambah pengetahuan bagi Mahasiswa/i Stisipol Chandradimuka
   3. Bermanfaat bagi pembaca dalam mengenai objek wisata di kota Palembang

Isi 
 Journal Goes To Media

Dimulai dari halaman kampus Stisipol Candradimuka kami berkumpul dan melanjutkan trip to vocation at Museum Balaputara Dewa,Taman Wisata  Putih Kayu,Redaksi Sumatra Ekspres,Taman wisata Bukit Siguntang dan ,Al-Qur'an Al- Akbar Gandus Palembang.
Halaman Kampus Stisipol Chandradimuka




Dalam rangka perjalanan ini ialah mengajak seluruh mahasiswa/i stisipol chandradimuka Ilmu Komunikasi  semester II ,untuk lebih mengenal budaya dan dapat melestraikan serta mengintepretasikannya. Semuanya menyambut baik yang dilakukan oleh pihak kampus dalam pengadaan acara seperti ini.


A.Museum Balaputra Dewa
Stisipol

 Perjalanan pertama dimulai ke Museum Balaputra Dewa. Disini kami dapat pengetahuan tentang sejarah - sejarah serta peninggalan benda-benda kerajaan sriwijaya yang pernah berdiri. Luasnya lahan museum ini 23.565 meter persegi,dibangun pada tahun 1978 dan diresmikan tahun 1984. Kami dipandu oleh Ibu Saragih untuk mengelilingin seluruh museum ini. 

Adapun catatan kecil tentang arca dan prasasti
1   1.Lesung Batu
Lesung Batu merupakan salah satu peninggalan megalitik, ditemukan di pagaralam, sumatera selatan. Benda seperti ini banyak ditemukan di situs-situs pagaralam dan lahat. Bentuk lesung batu umumnya memanjang dengan kedalaman lebih kecil dibandingkan dengan ukuran panjangnya. Pembuatannya dengan cara melubangi bagian tengah monolit ( satu batu utuh) dan meninggalkan sedikit di menumbuk biji-bijian, seperti padi atau jagung. Di lesung batu juga digunakan sebagai sarana pemujaan atau symbol kesuburan.
2. Kapak Lonjong
Benda ini terbuat dari jenis batu kali. Bagian tajamnya diasah dari dua arah, sehingga bentuk tajamnya yang dihasilkan simetris atau setangkup. Kapak semacam ini digunakan dengan mengikatnya pada sebuah tangkai kayu bercabang. Fungsi kapak ini untuk menebang atau menguluti pohon, membuat patung kayu dan sebagai perlengkapan upacara. 
 
3.Kepala Arca MegalitTanpa Tutup Kepala
               Perwujudan Arca ini memperlihatkan tipe masyarakat dari ras negrid. Secara keseluruhan gaya pahatannya bersifat statis dan oleh para ahli dimasukan ke dalam kelompok pengarcaan tipe primitive.  
4. Kepala Arca Megalit Pakai Tutup Kepala
           Perwujudan kepala arca ini menampilkan keperkasaan yang diperlihatkan oleh ekspresi wajah yang kuat, gambaran seorang prajurit.
 B.Taman Wisata Punti Kayu
Punti Kayu adalah satu – satunya Taman Wisata Alam yang menyajikan beberapa hiburan bernuansa hutan wisata untuk melengkapi wisata di Kota Palembang. Dengan luas sekitar 50 hektar, dulunya ditetapkan sebagai hutan lindung, dan sekarang sudah menjadi objek wisata terbuka.Wisata yang ditawarkan di Taman Wisata Punti Kayu, bermacam – macam, diantaranya arena bermain kebun binatang, kolam renang, arena menunggang kuda, menaiki gajah, fasilitas outbond, jembatan gantung, pondok – pondok untuk duduk – duduk atau piknik serta wilayah perkemahan. 
Disini para mahasiswa/i menikmati suasana alam yang sudah jarang ada di tengah-tengah keramaian kota Palembang,taman wisata punti kayu ini dapat dijadikan refrensi liburan untuk bersama keluarga,pacar ataupun teman-teman kuliah dan kerja.

C.Redaksi Sumatra Ekspres Palembang
Setiba Di Gedung Sumatera Ekspress kami disambut langung  oleh bapak Anton Narasoma yang merupakan wartawan senior di Harian Pagi Sumatera Eskpres, beliau dengan senang hati memberikan pengalaman hidup beliau kepada seluruh anak muda/i mahasiswa stisipol chandradimuka.
Banyak cerita yang terjadi antara mahasiswa dan bapak Anton tentang bagaimana mengolah berita setelah didapatkan dari narasumber . memberikan 1 masukan tentang 5 W + 1 H.
D.Taman Wisata Bukit Siguntang
Bukit Siguntang sejak zaman Kerajaan Sriwijaya sudah menjadi tempat yang sakral dan keramat.  Bukit Siguntang adalah sebuah tempat bersejarah dimana di sini dahulu merupakan tempat ibadah di zaman Kerajaan Sriwijaya.  Bukit Siguntang dijadikan tempat sembayang untuk penyembahan kepada Tuhan Yang Maha Esa saat zaman Kerajaan Sriwijaya dengan bukti ditemukannya patung Budha di bukit tersebut yang saat ini patung itu berada di depan Museum Sultan Mahmud Badaruddin II.  Kemudian saat runtuhnya Kerajaan Sriwijaya di abad 13 lalu muncul Kerajaan Palembang Darusalam tempat ini (Bukit Siguntang) masih menjadi tempat yang sangat keramat karena sering dikunjungi oleh raja-raja Palembang dahulu sebagai tempat pertapaan atau semedi untuk menenangkan pikiran agar bisa mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa Sang Pencipta Kehidupan.

Disini kami bersantai sejenak menikati makan siang yang telah disediakan oleh pihak kampus untuk kebersamaan dalam menikmati santap siang dan sunguh-sunguh indah kelucuan yang terjadi..

E.Al-qur'an Al-Akbar Gandus
 
Al – Qur’an Al – Akbar merupakan Al – Qur’an ukiran kayu terbesar di dunia dan berada di Kota Palembang. Al – Qur’an Al – Akbar atau juga yang sering disebut Al – Qur;an Raksasa yang berada di Kota Palembang terdapat 30 juz ayat suci Al – Qur’an yang berhasil dipahat/diukir ala khas Palembang dalam lembar kayu dan menghabiskan kurang lebih 40 m kubik kayu Tembesu dengan biaya yang tidak kurang dari 2Miliar Rupiah. Dimana masing – masing lembar ukiran halamannya 177 x 140 x 2,5 cm dan tebal seluruhnya termasuk sampul mencapai 9 m.

Penutup

Kesan
Banyak hal yang kami dapatkan dalam melakukan kunjungan diadakan oleh pihak kampus Stisipol Chandradimuka,Semoga kedepannya bisa kembali diadakannya dilain tempat yang berbeda.Agar dapat menunjanng wawasan mahasiswa/i stisipol chandradimuka terutama.