Laporan Kegiatan Goes To Media
Disusun Oleh
Arifandi Salomo
Stisipol Chandradimuka 2015
Kata Pengatar
Segala puji syukur saya panjatkan bagi Tuhan Yang Maha Esa,saya penulis dapat menyusun laporan hasil kunjugan laporan Goes To Media yang telah dilaksanakan pada hari rabu 29 April 2015. Tidak saya pungkiri bahwa segala kekurangan berada didalam laporan kami, maka dari itu saya terus mengharapkan masukan-masukan untuk hasil laporan kami ini.
Di dalam laporan ini, saya rangkum semua perjalanan di Museum Balaputra Dewa,Taman wisata punti kayu,Redaksi Sumatra Ekpres,Taman wisata bukit siguntang dan Al-qur'an Al-Akbar Gandus. penulis harapkan dengan adanya laporan ini, dapat menjadi acuan dan sumber informasi untuk semua orang.Kritik dan saran dapat membantu penyempurnaan penyusunan laporanselanjutnya. Mudah-mudahan laporan ini dapat berguna bagi setiap pembaca.
Palembang,13 Mei 2015.
Tujuan
Tujuan yang hendak dicapai dalam pembuatan laporan perjalan ini adalah sebagia berikut :
1. Dapat menuliskansebagai laporan tugas Dasar-Dasar Jurnalistik
2. Menambah pengetahuan bagi Mahasiswa/i Stisipol Chandradimuka
3. Bermanfaat bagi pembaca dalam mengenai objek wisata di kota Palembang
Isi
Dimulai dari halaman kampus Stisipol Candradimuka kami berkumpul dan melanjutkan trip to vocation at Museum Balaputara Dewa,Taman Wisata Putih Kayu,Redaksi Sumatra Ekspres,Taman wisata Bukit Siguntang dan ,Al-Qur'an Al- Akbar Gandus Palembang.
Halaman Kampus Stisipol Chandradimuka
Dalam rangka perjalanan ini ialah mengajak seluruh mahasiswa/i stisipol chandradimuka Ilmu Komunikasi semester II ,untuk lebih mengenal budaya dan dapat melestraikan serta mengintepretasikannya. Semuanya menyambut baik yang dilakukan oleh pihak kampus dalam pengadaan acara seperti ini.
A.Museum Balaputra Dewa

Perjalanan pertama dimulai ke Museum Balaputra Dewa. Disini kami dapat pengetahuan tentang sejarah - sejarah serta peninggalan benda-benda kerajaan sriwijaya yang pernah berdiri. Luasnya lahan museum ini 23.565 meter persegi,dibangun pada tahun 1978 dan diresmikan tahun 1984. Kami dipandu oleh Ibu Saragih untuk mengelilingin seluruh museum ini.
1 1.Lesung Batu
Lesung Batu merupakan salah
satu peninggalan megalitik, ditemukan di pagaralam, sumatera selatan. Benda
seperti ini banyak ditemukan di situs-situs pagaralam dan lahat. Bentuk lesung
batu umumnya memanjang dengan kedalaman lebih kecil dibandingkan dengan ukuran
panjangnya. Pembuatannya dengan cara melubangi bagian tengah monolit ( satu
batu utuh) dan meninggalkan sedikit di menumbuk biji-bijian, seperti padi atau
jagung. Di lesung batu juga digunakan sebagai sarana pemujaan atau symbol
kesuburan.
2. Kapak Lonjong
Benda ini terbuat dari jenis batu kali. Bagian tajamnya
diasah dari dua arah, sehingga bentuk tajamnya yang dihasilkan simetris atau
setangkup. Kapak semacam ini digunakan dengan mengikatnya pada sebuah tangkai
kayu bercabang. Fungsi kapak ini untuk menebang atau menguluti pohon, membuat
patung kayu dan sebagai perlengkapan upacara.
3.Kepala Arca MegalitTanpa Tutup Kepala
Perwujudan Arca ini
memperlihatkan tipe masyarakat dari ras negrid. Secara keseluruhan gaya
pahatannya bersifat statis dan oleh para ahli dimasukan ke dalam kelompok
pengarcaan tipe primitive.
4. Kepala Arca Megalit
Pakai Tutup Kepala
Perwujudan kepala arca ini
menampilkan keperkasaan yang diperlihatkan oleh ekspresi wajah yang kuat,
gambaran seorang prajurit.
B.Taman Wisata Punti Kayu
Punti Kayu adalah satu – satunya Taman Wisata Alam
yang menyajikan beberapa hiburan bernuansa hutan wisata untuk melengkapi wisata
di Kota Palembang. Dengan luas sekitar 50 hektar, dulunya ditetapkan sebagai
hutan lindung, dan sekarang sudah menjadi objek wisata terbuka.Wisata yang ditawarkan di Taman
Wisata Punti Kayu, bermacam – macam, diantaranya arena bermain kebun binatang,
kolam renang, arena menunggang kuda, menaiki gajah, fasilitas outbond, jembatan
gantung, pondok – pondok untuk duduk – duduk atau piknik serta wilayah perkemahan.
Disini para mahasiswa/i menikmati suasana alam yang sudah jarang ada di tengah-tengah keramaian kota Palembang,taman wisata punti kayu ini dapat dijadikan refrensi liburan untuk bersama keluarga,pacar ataupun teman-teman kuliah dan kerja.
C.Redaksi Sumatra Ekspres Palembang
Setiba Di Gedung Sumatera Ekspress
kami disambut langung oleh bapak Anton Narasoma yang
merupakan wartawan senior di Harian Pagi Sumatera Eskpres, beliau dengan senang
hati memberikan pengalaman hidup beliau kepada seluruh anak muda/i mahasiswa stisipol chandradimuka.
Banyak
cerita yang terjadi antara mahasiswa dan bapak Anton tentang bagaimana
mengolah berita setelah didapatkan dari narasumber . memberikan 1
masukan tentang 5 W + 1 H.
D.Taman Wisata Bukit Siguntang
Bukit
Siguntang sejak zaman Kerajaan Sriwijaya sudah menjadi tempat yang sakral dan
keramat. Bukit Siguntang adalah sebuah tempat bersejarah dimana di sini
dahulu merupakan tempat ibadah di zaman Kerajaan Sriwijaya. Bukit
Siguntang dijadikan tempat sembayang untuk penyembahan kepada Tuhan Yang Maha
Esa saat zaman Kerajaan Sriwijaya dengan bukti ditemukannya patung Budha di
bukit tersebut yang saat ini patung itu berada di depan Museum Sultan Mahmud
Badaruddin II. Kemudian saat runtuhnya Kerajaan Sriwijaya di abad 13 lalu
muncul Kerajaan Palembang Darusalam tempat ini (Bukit Siguntang) masih menjadi
tempat yang sangat keramat karena sering dikunjungi oleh raja-raja Palembang
dahulu sebagai tempat pertapaan atau semedi untuk menenangkan pikiran agar bisa
mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa Sang Pencipta Kehidupan.
Disini kami bersantai sejenak menikati makan siang yang telah disediakan oleh pihak kampus untuk kebersamaan dalam menikmati santap siang dan sunguh-sunguh indah kelucuan yang terjadi..
E.Al-qur'an Al-Akbar Gandus
Al – Qur’an Al – Akbar merupakan
Al – Qur’an ukiran kayu terbesar di dunia dan berada di Kota Palembang. Al –
Qur’an Al – Akbar atau juga yang sering disebut Al – Qur;an Raksasa yang berada
di Kota Palembang terdapat 30 juz ayat suci Al – Qur’an yang berhasil
dipahat/diukir ala khas Palembang dalam lembar kayu dan menghabiskan kurang
lebih 40 m kubik kayu Tembesu dengan biaya yang tidak kurang dari 2Miliar
Rupiah. Dimana masing – masing lembar ukiran halamannya 177 x 140 x 2,5 cm dan
tebal seluruhnya termasuk sampul mencapai 9 m.
Penutup
Kesan
Banyak hal yang kami dapatkan dalam melakukan kunjungan diadakan oleh pihak kampus Stisipol Chandradimuka,Semoga kedepannya bisa kembali diadakannya dilain tempat yang berbeda.Agar dapat menunjanng wawasan mahasiswa/i stisipol chandradimuka terutama.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar